Sang Ratu Adil : Sebuah Ulasan (3)

26 03 2010

Lokasi kemungkinan yang kedua, munculnya seseorang yang dikatakan sebagai Sang Ratu Adil, yang disebutkan lokasinya dekat dengan gunung Perahu dan disebelah baratnya Tempuran, maka yang dimaksud tempuran disini kemungkinan adalah tempuran yang ada di gunung Lawu (lokasi asal). Jika letaknya disebelah baratnya berarti akan ditemukan kota-kota seperti Solo, Klaten, Jogjakarta, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Purbalingga dan Purwokerto.
Ada yang menyebutkan kemungkinan lokasinya ada di Semarang Tembayat, Klaten. Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran atau Sunan Tembayat adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa dan terkait dengan sejarah Kota Semarang, meskipun secara tradisional tidak termasuk sebagai Wali Sanga. Makamnya terletak di perbukitan (Gunung Jabalkat) di wilayah Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Tokoh ini dianggap hidup pada masa Kesultanan Demak (abad ke-16). Namun mengingat letaknya cukup jauh dari gunung Perahu (Dieng), maka kecil kemungkinan disini tempat lokasi kemunculannya.

Akhirnya setelah diteliti lebih lanjut, khususnya dari sisi sejarah, maka dari kedelapan kota tersebut, yang paling tua ternyata adalah Kota Purbalingga. Kabupaten Purbalingga, adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di utara, Kabupaten Banjarnegara di timur dan selatan, serta Kabupaten Banyumas (Purwokerto) di barat. Purbalingga berada di cekungan yang diapit beberapa rangkaian pegunungan yaitu Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng. Sedangkan gunung Perahu adalah gunung yang merupakan salah satu puncak di Dataran Tinggi Dieng. Bagian selatan merupakan Depresi Serayu, yang dialiri dua sungai besar Kali Serayu dan anak sungainya, Kali Pekacangan. Ibukota Kabupaten Purbalingga berada di bagian barat wilayah kabupaten, sekitar 21 km sebelah timur Purwokerto.
Para ahli geologi memperkirakan, kawasan kota Purbalingga dulunya merupakan kerajaan purba. Selain banyaknya bebatuan purba, juga ditemukan teras sungai yang berlapis-lapis sebagai penanda tiap fase peradaban jaman batu. Purbalingga diperkirakan pernah menjadi pusat industri bebatuan di zaman batu dulu serta sebagai pusat industri gelang atau perhiasan purba.. Perkiraan tersebut didasarkan pada banyaknya penemuan artefak dari batu zaman palaeolitikum di daerah tersebut. Di sejumlah wilayah Purbalingga juga terdapat sedikitnya 50-an situs bersejarah. Salah satu benda yang ditemukan yakni sebuah gelang berwarna hijau. Selain itu, beberapa artefak kecil juga ditemukan di tempat tersebut yang diduga merupakan perhiasan purba. Ia memperkirakan bebatuan tersebut berasal dari jaman palaeolitikum dan neolitikum. Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Selain pernak-pernik perhiasan purba yang banyak ditemukan di tempat itu, tak jauh dari tempat itu juga ada situs menhir dari jaman megalitikum. Menhir tersebut terletak di perkampungan masyarakat Desa KARANGTAHUN kecamatan BOBOTSARI Purbalingga. Menhir juga ditemukan di Dusun SENILA, Desa TUNJUNGMULI, Kecamatan KARANGMONCOL, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang merupakan salah satu bentuk menhir atau batu pemujaan peninggalan zaman megalithikum atau zaman batu besar. Batu menhir berbentuk pocong itu sengaja dibuat masyarakat prasejarah untuk melindungi diri dari serangan angin ribut karena di wilayah ini terdapat bukit besar. Jika angin besar datang dan membentur bukit itu, lanjutnya, maka angin akan terjebak di bawah bukit sehingga merupakan bencana bagi masyarakat yang tinggal di daerah bawah perbukitan itu. Masyarakat zaman dulu memasang menhir ini agar terhindar dari bencana angin ribut. Selain menhir, pernah juga ditemukan kapak batu, gelas batu, sandal batu dan benda purba lainnya. Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Klawing dan di Desa DAGAN, BOBOTSARI ditemukan batu mulia LE SANG DU CHRIST (Batu Darah Kristus) dan temuan potongan batu hasil buatan manusia zaman prasejarah. Le Sang Du Christ yang konon merupakan batu mulia dengan kualitas terbaik oleh warga setempat sering disebutnya sebagai batu NOGO SUI. Potongan batu ditemukan berupa beberapa potong limbah gelang batu berbahan dasar jasper hijau yang berbentuk cakram. Potongan batu ini diperkirakan berasal dari zaman neolitikum atau zaman batu baru. Gelang batu ini dibuat manusia prasejarah dengan menggunakan bambu dan pasir.
Benda- benda purbakala lainnya di kawasan tersebut antara lain, BATU LINGGA yang ditemukan di desa CANDIRATA Kecamatan KUTASARI + 8 km dari kota Purbalingga; BATU LINGGA dan GUA GENTENG yang ditemukan di desa CANDIRATA Kecamatan KUTASARI + 8 km dari kota Purbalingga; GIRI CENDANA yang ditemukan di desa KAJONGAN kecamatan BOJONGSARI + 5 km dari kota Purbalingga. Merupakan makam Bupati Purbalingga yang bergelar Adipati Dipokusumo; GOMBANGAN yang ditemukan di Dukuh Brubahan Desa KAJONGAN kecamatan BOJONGSARI + 5 km ke utara dari arah kota purbalingga. Merupakan tempat mandi yang berupa sumber mata air; SENDANG / PETIRTAAN yang ditemukan di desa SEMINGKIR, Kecamatan KUTASARI + 7 km dari kota Purbalingga; MAKAM KYAI WILAH yang ditemukan di desa KARANGSARI kecamatan KALIMANAH + 5 km dari kota Purbalingga; BATU LINGGA, YONI dan PALUS yang ditemukan di Desa KEDUNGBENDA Kecamatan KEMANGKON + 14 km dari kota Purbalingga; MAKAM NARASOMA yang ditemukan di kelurahan Purbalingga Lor kecamatan Purbalingga; ARDI LAWET yang ditemukan di Desa PANUSUPAN Kecamatan REMBANG + 30 km dari kota Purbalingga. Di tempat ini terdapat kuku dan rambut Syekh Jambu Karang yang dikeramatkan.

Kesimpulan
Disebutkan lokasinya di Lebak Cawene yaitu suatu tempat yang digambarkan sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti seperti tertumbuk perahu besar. Beliau berasal dari Timur yang berpindah ke Barat dan tinggal di lembah yang berbentuk seperti Cawan yang letaknya didekat gunung Perahu. Pernyataan ini, identik dengan lokasi ditemukannya batu menhir berbentuk pocong di Purbalingga, yang dibuat oleh masyarakat prasejarah (Hindu) untuk melindungi diri agar terhindar dari bencana angin ribut karena di wilayah ini terdapat bukit besar. Lokasinya berada di lembah dan diapit oleh pegunungan yaitu Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng (dekat gunung Perahu yaitu gunung yang merupakan salah satu puncak di Dataran Tinggi Dieng). Di sebelah Baratnya Tempuran gunung Lawu atau jika diartikan disebelah Baratnya (ada) tempuran, maka bisa juga yang dimaksudkan adalah Pancuran Pitu (sumber air panas yang memiliki 7 (tujuh) mata air, tempat Syekh Maulana Maghribi/Mbah Atas Angin mandi) atau Gua Sarabadak (pertemuan sumber air panas dan air dingin) yang letak keduanya berjarak ± 7 km dari Lokawisata Baturaden, Purwokerto, di lereng sebelah selatan Gunung Slamet.

Jadi, apakah kemungkinan Sang Ratu Adil/Satrio Pinandhita/Satrio Piningit akan muncul dan membangun kembali kota purba yang masih terkubur di kawasan Kota Purbalingga, Jawa Tengah tersebut atau analisa yang pertama yaitu di Kaliwungu, Kendal, Semarang. Pastinya hanya Allah SWT yang tahu. Subhanallah……….
Manusia hanya bisa memprediksi dan mengira-ngira, Tuhan YME yang menentukan. Manusia pada hakikatnya memiliki pengetahuan yang sangat terbatas. Manusia hanya bisa berdoa semoga Tuhan YME berkenan membuka tabir kearah berbagai pengertian dan pemahaman. Jadikanlah hal ini sebagai sekedar seni, antisipasi dan motivasi. Kita perlu berkaca dan mawas diri, perlu menyimak, merenung dan berpikir serta kembali memaknai hakekat hidup ini, yaitu disamping sebagai makhluk individu dan sosial budaya, tapi kita juga sebagai mahluk Tuhan YME. Dalam hakekat kehidupan ini tidak ada yang namanya “Kebetulan’.” Yang ada adalah “ketetapan” yang telah ditetapkan-Nya. Kalau penasaran, tanyakan saja pada “rumput yang begoyang”. Teruslah berusaha dan berdoa dan menunggu hari esok hingga “Sang fajar menyingsing dari ufuk Timur”.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: