Ramalan 2010, Perang Dunia ke III ?

3 01 2010

Vangelia Pandeva Dimitrova, juga dikenal sebagai Baba Vanga (Baba berarti nenek atau perempuan tua) adalah adalah seorang wanita buta, seorang mistikus, peramal dan ahli pengobatan Bulgaria yang lahir pada 3 Oktober 1911 di Strumica, Macedonia. Dia adalah seorang bayi prematur yang menderita komplikasi kesehatan. Sesuai dengan tradisi setempat, bayi itu tidak diberi nama sampai dianggap mungkin bertahan hidup. Ketika bayi menangis pertama keluar, seorang bidan pergi ke jalan dan meminta seseorang untuk memberi nama. Awalnya diusulkan namanya Andromaha (Andromache), tapi ini ditolak karena dianggap terlalu “Yunani”. Akhirnya diusulkan namanya  menjadi Vangelia (Vangelis, dalam bahasa Yunani artinya pemberi kabar baik).

Awal mula Keajaiban

Vangelia adalah seorang gadis biasa, cerdas, bermata biru dan berambut pirang. Ayahnya ikut wajib militer pada Perang Dunia I dan ibunya meninggal ketika Vanga masih sangat muda. Setelah ayahnya menikah lagi, mereka tinggal di sebuah peternakan dekat Petrich. Ia kehilangan penglihatannya ketika ia berusia 12 tahun. Suatu malam, Vanga sedang berada di lapangan,tiba-tiba  badai datang menciptakan rongga pusaran yang sangat besar dan mengangkat dan melemparkan tubuh Vanga. Dia ditemukan dengan mata tertutup dengan pasir. Sejak itu, ia mulai kehilangan penglihatan. Upaya penyembuhan tidak ada yang memberikan hasil. Vanga berdoa kepada Allah. Tak lama kemudian ia menjadi buta tetapi diperoleh penglihatan lain. Secara bertahap, Vanga belajar mengorientasikan dirinya sendiri tanpa mata dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sederhana. Vanga mulai membuat prediksi saat ia berusia 16 tahun. Dia membantu ayahnya untuk mencari seekor domba yang dicuri. Dia memberikan penjelasan rinci tentang lokasi binatang tersebut disembunyikan oleh para pencuri. Ayah dan teman-temannya pada heran, tapi Evangelia hanya berkata bahwa ia bermimpi.

Pada tahun 1925 Vanga dibawa ke sekolah untuk orang buta di kota Zemun (Serbia), di mana dia menghabiskan waktu tiga tahun, dan diajar untuk membaca Braille, bermain piano, serta melakukan merajut dan memasak. Setelah kematian ibu tirinya, dia harus pergi kembali ke rumah, untuk mengurus adik-adiknya. Keluarganya sangat miskin, dan ia harus bekerja sepanjang hari. Pada tahun 1939 Vanga mengidap penyakit radang paru-paru. Dokter berpendapat bahwa ia akan segera mati namun ternyata ia pulih dengan cepat.

Selama Perang Dunia II,  Vanga banyak orang percaya dan datang mengunjunginya, berharap untuk mendapatkan petunjuk tentang apakah keluarga mereka masih hidup, atau mencari sebab tempat di mana mereka meninggal. Selain sebagai peramal, Vanga juga pandai mengobati orang melalui obat-obatan herbal yang mampu mengembalikan keseimbangan alam dalam tubuh. Menurut dia, manusia harus menyembuhkan dirinya sendiri dengan obat-obatan alami yang berasal dari tanah airnya sendiri.

Vanga mengklaim bahwa kemampuan luar biasa itu ada kaitannya dengan kehadiran makhluk-makhluk tak kasat mata. Vanga berkata bahwa ia “melihat” dan “berbicara” kepada orang-orang, yang telah meninggal ratusan tahun yang lalu. Vanga juga berbicara tentang masa depan. Dalam kata-katanya, dalam 200 tahun manusia akan melakukan kontak melalui pikiran dengan dunia lain. Dia mengatakan bahwa banyak orang asing telah hidup di bumi selama bertahun-tahun. Dia telah berbicara dengan ras Alien (UFO) tersebut yang  datang dari planet yang disebut Vamfim yang merupakan planet ketiga dari Bumi. Dia mengatakan bahwa makhluk-makhluk itulah yang memberinya informasi dan memberikan gambaran ke masa depan. Baba Vanga dihormati dengan meramalkan banyak peristiwa masa depan yang telah terjadi. Tetapi ia mengatakan bahwa, mengubah “apa yang tertulis” berada di luar kekuasaannya. Dikatakan bahwa saat adiknya laki-lakinya, Vasil bergabung dengan tentara dan siap untuk pergi berperang. Baba Vanga menangis dan memohon padanya untuk tidak pergi karena menurut visinya, ia akan mati. Namun saudara laki-lakinya tetap pergi berperang dan akhirnya tertangkap, disiksa dan dihukum mati oleh Jerman. Selama bertahun-tahun, ia dikunjungi oleh banyak pemimpin politik, termasuk Adolf Hitler. Pada 8 April 1942, Raja Bulgaria, Boris III juga mengunjunginya.

Pada tanggal 10 Mei 1942 Vanga menikah dengan Dimitar Gushterov, seorang pria dari sebuah desa di dekat Petrich, yang datang meminta pembunuh kakaknya, tetapi harus berjanji untuk tidak membalas dendam. Tak lama sebelum menikah, Dimitar dan Vanga pindah ke Petrich, Bulgaria, di mana ia segera menjadi terkenal. Setelah menikah namanya dikenal  sebagai Vangelia Gushterova. Suaminya, Dimitar kemudian masuk wajib militer di Angkatan Darat Bulgaria. Suaminya menjadi pecandu alkohol dan akhirnya meninggal pada tanggal 1 April 1962.

Kontroversi

Vanga seorang wanita buta tetapi memilki kemampuan melihat masa lalu dan masa depan. Rumahnya di Rupite di perbatasan bersama Bulgaria, Makedonia dan Yunani diyakini menjadi sumber energi kosmis yang luar biasa. Beberapa orang yang telah mempelajari prediksi Baba Vanga mengatakan bahwa sekitar 80% ramalannya adalah akurat. Dia dikatakan telah meramalkan pecahnya Uni Soviet, bencana di Chernobyl, kemenangan pemilihan Boris Yeltsin, kematian Stalin, tenggelamnya kapal selam Rusia Kursk, runtuhnya WTC dan Topalov, kemenangan turnamen catur dunia. Namun, ada juga yang skeptis menuduhnya berbicara terlalu ambigu dan samar dan dikatakan bahwa banyak dari prediksi Vanga, ditulis setelah fakta terjadi. Vanga seorang buta huruf atau setengah buta huruf. Dia tidak menulis buku apapun. Semua ucapan ramalan-ramalannya ditulis atau direkam oleh orang-orang di sekelilingnya.  Vanga mengatakan bahwa kadang dia tidak diperkenankan untuk mengungkapkan fakta-fakta tertentu kepada siapa pun. Vanga meninggal pada tanggal 11 Agustus 1996. Pemakamannya menarik banyak orang, termasuk banyak pejabat. Sesuai surat wasiat Vanga, rumahnya di Petrich dijadikan sebagai museum dan dibuka untuk umum sejak tanggal 5 Mei 2008.

Ramalan Perang Dunia ke III

Berikut adalah ramalan-ramalan Vanga yang dinyatakan telah terbukti kebenarannya dan juga ramalan tentang akan terjadinya perang dunia ke III.

1979 : “Semuanya akan meleleh seperti es namun Vladimir kemuliaan, kemuliaan Rusia adalah satu-satunya hal yang akan tetap. Rusia tidak hanya akan bertahan hidup, ia akan mendominasi dunia”. Prediksi itu dibuat dalam masa Uni Soviet ketika hanya beberapa orang yang menggunakan istilah Russia. Masih harus dilihat Vladimir yang dimaksud apakah Sang Pangeran Vladimir, Vladimir Lenin atau Vladimir Putin?

1980 : “Pada pergantian abad, pada bulan Agustus 1999 atau 2000, Kursk akan ditutupi dengan air, dan seluruh dunia akan menangis di atasnya.” Kursk adalah nama sebuah kota besar di Rusia, Awalnya tak seorang pun dapat memahami bagaimana sebuah kota akan ditutupi oleh air. Tetapi hal itu menjadi jelas, ketika pada 12 Agustus 2000, sebuah kapal selam Rusia bernama “Kursk”, mengalami ledakan dan tenggelam di Laut Barents.

1989 : Ia meramalkan bencana World Trade Center dalam pernyataan berikut:  “Ngeri, ngeri! Saudara-saudara Amerika akan jatuh setelah diserang oleh burung-burung baja. Para serigala akan melolong dalam semak, dan darah tak berdosa akan mengalir deras.” Hal ini diyakini merujuk pada serangan World Trade Centre pada tanggal 11 September 2001, dimana “Menara Kembar” (Saudara-saudara Amerika) runtuh diterjang oleh “Burung-burung Baja” (Pesawat). Sebuah serangan di era Presiden Bush (Semak belukar) yang menimbulkan ratusan korban jiwa tak berdosa.

Ramalan masa depan Baba Vanga menyebutkan tentang konflik yang mengarah pada perang Dunia ke III mendatang yang bermula dengan percobaan pembunuhan atas 4 (empat) kepala Negara (Ukraina, Estonia, Lithuania dan Polandia) dan konflik di Hindustan (India). Perang Dunia III akan dimulai pada bulan November 2010. Awalnya sebagai perang biasa, namun akhirnya berkembang menjadi perang nuklir dan senjata kimia. Vanga mengatakan perang akan selesai pada bulan Oktober 2014.

Kemungkinan dan analisa

Menanggapi ramalan Vanga tersebut, apabila kita coba analisa lebih jauh, mungkin bisa memberikan gambaran bahwa, kemungkinan terjadinya perang Dunia ke III bisa saja terjadi.

Pasca-Perang Dingin dan terjadinya penyatuan kembali Jerman pada 3 Oktober 1990, yang dikenal dengan perjanjian “Dua Plus Empat”, tercapai suatu kesepakatan bahwa pasukan asing dan senjata nuklir tidak boleh berkembang dan ditempatkan sampai di wilayah timur. Namun seperti diketahui, belasan Negara-negara eks Uni Soviet (near abroad) telah masuk menjadi anggota NATO dan dianggap sebagai ”pembelot” oleh Rusia, seperti : Estonia, Latvia, Lithuania, Slovenia, Slowakia, Bulgaria, Rumania, Kroasia, Albania dan segera menyusul Ukraina, Georgia, Macedonia, Cyprus, Montenegro, Bosnia dan Herzegovina. Rusia secara tegas menentang perluasan NATO dan melihatnya sebagai tidak sejalan dengan pemahaman antara pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev dan Presiden AS George HW Bush yang memungkinkan terjadinya perdamaian dan penyatuan Jerman. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Gorbachev pada tanggal 7 Mei 2008, di The Daily Telegraph yang menyatakan bahwa, komitmen NATO untuk tidak akan pernah berkembang lebih ke timur telah dibuat. Gorbachev mengatakan : “Amerika berjanji bahwa NATO tidak akan bergerak melampaui batas-batas Jerman setelah Perang Dingin tapi ternyata sekarang separuh dari Eropa tengah dan timur adalah anggota NATO, sehingga apa yang terjadi pada janji-janji mereka? Ini menunjukkan mereka tidak dapat dipercaya.” Kebijakan ekspansi NATO dipandang oleh Moskow sebagai kelanjutan dari Perang Dingin yang berupaya untuk mengisolasi Rusia. Rusia was-was dengan rencana NATO untuk menempatkan jaringan peluru kendali di beberapa negara anggota baru tersebut yang dianggap akan mengepung Rusia. Pasca serangan 11 September 2001, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa juga mendirikan sebuah basis militer di Uzbekistan, dengan maksud “melindungi” negara-negara dari serangan kelompok Al-Qaeda yang datang dari Afganistan. Namun apapun alasannya, hal ini bisa menimbulkan bibit-bibit kecemasan baru dan akan semakin memperpanas ketegangan di wilayah tersebut. Apalagi kekuatan Rusia sekarang sudah berkembang pesat dan semakin menunjukkan tanda-tanda kembalinya Sang Rusia Raya. Seperti diketahui, akibat membubung tingginya harga minyak dan gas dunia dalam beberapa tahun terakhir telah membuat ekonomi Rusia semakin kuat. Rusia menghasilkan sekitar 10 juta barrel minyak per hari. Semua utang luar negerinya telah dilunasi dan cadangan devisanya melompat menjadi nomor tiga di dunia. Pelan tapi pasti, Rusia sedang melangkah menjadi negara adikuasa kembali. Setidaknya Rusia kini telah menjadi negara superpower energi. Sekitar sepertiga kebutuhan energi Eropa Barat dipasok oleh Rusia. Bisa dimengerti mengapa negara seperti Jerman dan Perancis selalu berhati-hati menghadapi Rusia. Jerman dan Perancis adalah anggota NATO yang menolak dengan apa yang disebut dengan “eropanisasi” NATO ke Timur. Apalagi “Sang Beruang” sudah membuktikan dalam konflik Georgia, bahwa Rusia tidak akan ragu untuk menyerang bila kepentingannya terganggu. Jika ini terjadi, maka bukan hal yang mustahil, perang Dunia ke III yang mengarah pada perang nuklir dan senjata kimia, seperti apa yang diramalkan oleh Vanga, bisa saja terjadi.

Mengenai konflik di Hindustan, kemungkinan yang dimaksud adalah Konflik India-Pakistan (Khasmir). Sejak berdirinya India dan Pakistan sebagai negara terpisah pada tahun 1947, kedua negara bertetangga dan sama-sama memiliki kemampuan nuklir itu telah terlibat perang sebanyak tiga kali, yaitu tahun 1947, 1965 dan 1971. Sengketa atas wilayah Kashmir yang belum mencapai titik temu, mengakibatkan konflik kekerasan terus berlanjut. Pada tahun 1999, kedua negara nyaris berperang kembali, akibat India menuduh Pakistan terlibat dibelakang serangan yang dilakukan oleh militan Muslim Kargil ke wilayah yang berbatasan dengan Kashmir di India. Terakhir terjadi serangkaian ledakan di Mumbai dan India menuduh Pakistan ikut andil dalam serangkaian ledakan bom tersebut. India menuntut keseriusan Islamabad menindak pelaku serangan teroris Mumbai dan menjadikannya sebagai syarat dimulainya perundingan damai baru dengan Pakistan, karena Pakistan dianggap tidak tuntas dalam memberantas kaum militan anti pemerintah New Delhi yang menggunakan Pakistan sebagai pangkalannya. India berpegang pada perjanjian Januari 2004, yang tak memperbolehkan wilayah Pakistan digunakan untuk serangan-serangan terhadap India. Sampai saat ini kedua Negara nuklir tersebut masih bersengketa tentang wilayah Kashmir dan belum ada perjanjian perdamaian yang mengikat kedua Negara tersebut sehingga ancaman terjadinya perang yang bisa mengarah ke perang nuklir, dapat terjadi kapan saja.

Ramalan Baba Vanga 3000 tahun kedepan

Ramalan Vanga tidak berhenti hanya sampai tahun 2014, tapi terus berlanjut hingga tahun 5079, yang menyebutkan sebagai berikut : Sebagai akibat dari perang, pencemaran radioaktif akan menghancurkan hampir semua kehidupan di belahan bumi utara. Akibat bahan kimia dan senjata nuklir selama perang, sebagian besar penduduk dunia akan memiliki kanker kulit dan penyakit kulit lainnya. Eropa hampir tidak berpenghuni. Cina akan menjadi negara adidaya baru. Sebuah sumber energi baru akan ditemukan (Mungkin yang dimaksud Panas Bumi). Sebuah penerbangan luar angkasa berawak akan berangkat ke Venus (Setelah keberhasilan pendaratan di Bulan, hal ini mungkin saja terjadi). Kadar air Dunia meningkat akibat es di kutub mencair (Efek dari Global warming). Semua organ tubuh dapat direproduksi dan metode pengobatan populer. Komunisme mengambil alih (Vladimir kekuasaan Rusia/1979). Sebuah penyakit baru yang membuat Anda menjadi tua dalam hitungan detik. Matahari menerangi sisi gelap dari planet. Orang-orang menjadi robot (Mungkin seperti androids). Perang di antara negara-negara kecil. Negara-negara besar tetap berada di luar itu. Sinyal dari angkasa akan diterima. Dengan bantuan dari asing, peradaban akan hidup di dalam air. Hewan menjadi setengah manusia. Sebuah kepercayaan baru. Kekeringan besar terjadi. Sebuah koloni di Mars akan menjadi sebuah kekuatan nuklir dan meminta kemerdekaan dari Bumi. Letusan gunung berapi  besar namun berhasil diatasi. Koloni laut akan memiliki energi dan makanan. Asia dan Eropa akan sepenuhnya bergabung. Temperatur turun sebagai proses termonuklir matahari melambat. Dalam pencarian kehidupan ekstra-terrestrial, manusia akan datang dalam kontak dengan sesuatu yang mengerikan. Sebuah pesawat luar angkasa akan membawa penyakit baru ke Bumi. Planet perlahan-lahan akan berubah orbit. Mars akan terancam oleh sebuah komet. Fisika undang-undang akan berubah. Ras putih, hitam dan kuning  akan membentuk satu ras baru. Matahari tumbuh lebih dingin. Upaya-upaya akan dilakukan untuk membuat panas lagi. Ledakan keras di matahari. Kekuatan gravitasi akan berubah. Stasiun ruang angkasa dan satelit akan jatuh. Hukum dan rahasia penting alam semesta terungkap. Sesuatu yang mengerikan akan mendekati Bumi dari Ruang Angkasa. Kelaparan melanda dunia. Sebuah ras baru tumbuh. Perang di Mars akan mengubah lintasan planet. Sebuah komet akan menabrak bulan. Bumi akan dikelilingi oleh cincin batu dan abu. Pada saat ini, segala sesuatu di bumi akan mati. Namun, peradaban manusia telah maju sehingga berpindah ke sistem bintang (planet) baru. Iklim planet baru mempengaruhi organisme dan terjadi mutasi. Perang antara manusia untuk sumber daya. Perang usai, perkembangan peradaban hampir berhenti. Orang hidup seperti binatang ternak (Mungkin yang dimaksud teknologi digital DNA/Kloning). Kota baru tumbuh di dunia dan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para ilmuwan menemukan keseluruhan dari semua penyakit dalam perilaku organisme dan menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit. Karena orang mutasi akhirnya mulai menggunakan otak mereka lebih dari 34% sehingga kehilangan pengertian tentang kejahatan dan kebencian. Memahami Allah. Orang-orang mencapai keabadian. Perkembangan peradaban telah mencapai puncaknya. Jumlah orang yang hidup di planet yang berbeda adalah 340 miliar. Asimilasi dimulai dengan alien. Keputusan untuk meninggalkan batas-batas alam semesta. Sementara sekitar 40 persen dari populasi yang menentangnya. End of the World.

Kesimpulan

Melihat ramalan Vanga yang sangat jauh kedepan, rasanya seperti sebuah dongeng yang dibuat oleh manusia jaman sekarang, namun telah mengadopsi pada penalaran ilmu pengetahuan modern.  Misal, sebuah sumber energi baru akan ditemukan (mungkin Energi Bio Fuel/Panas Bumi), Sebuah penerbangan luar angkasa berawak akan berangkat ke Venus (Mengacu pada keberhasilan pendaratan di Bulan), Kadar air Dunia meningkat akibat es di kutub mencair (Efek dari Global warming), Orang-orang menjadi robot (Kemajuan tekhnologi Robot/mesin), Orang hidup seperti binatang ternak (Penggunaan teknologi digital DNA/Kloning), dan sebagainya.

Manusia diberi akal oleh Allah SWT untuk berpikir dan berusaha untuk mencapai segala-galanya untuk kepentingan manusia. Namun pada hakikatnya pengetahuan manusia sangat terbatas. Tidak ada salahnya jika kita mencoba menggunakan logika dan penalaran kita sebagai manusia untuk memprediksi dan mengira-ngira dan tentunya, hasilnya Tuhan YME yang menentukan.

Hal ini juga janganlah menjadikan kita sesat, syirik atau ingkar serta tidak boleh menyentuh batas-batas, apalagi mendahului kehendak/kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Namun Kita harus mengambilnya sebagai sesuatu yang positif, sehingga membuat kita semakin dekat dan takwa kepada Tuhan YME. Faktanya adalah tidak ada yang tahu apakah semua itu benar-benar akan terjadi dan menjadi kenyataan atau tidak, hanya waktu yang bisa menjawabnya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: